Tips Cara Membuat Daging Qurban Tidak Mengancam Jantung

Daging qurban merupakan bahan makanan yang mempunyai kandungan nutrisi yang penting bagi kesehatan. Akan tetapi ada pula beberapa kandungan didalamnya yang akan menjadi ancaman apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Daging merupakan salah satu sumber protein hewani yang kaya akan protein dan lemak. Konsumsi daging secara berlebihan bisa mengakibatkan kenaikan kadar lipid utama dalam darah (hipelipiedemia). Kadar lipid utama dalam darah merupakan kolesterol dan trigliserida.

Kadar lipid darah bisa meningkat diakibatkan oleh gangguan metabolisme ataupun kelainan transportasi lipid. Penyebabnya yaitu kelainan genetik dari penyakit lain seperti diabetes, gangguan tiroid, penyakit hati ataupun ginjal.

Pastinya semua orang sudah tahu bahwa daging merah seperti kambing, domba, sapi, unta, kerbau dan yang lainnya mempunyai kandungan lemak jenuh cukup tinggi serta menjadi salah satu bahan sumber kolesterol.

Kolesterol serta lemak tidak bisa larut dalam darah sehingga harus dibawa keseluruh tubuh oleh protein khusus yang disebut dengan lipoprotein. Didalam darah terdapat Low Density Lipoprotein (LDL) yang merupakan protein pembawa kolesterol atau yang dikenal dengan sebutan kolesterol jahat, karena apabila kadarnya tinggi itu artinya banyak kolesterol dalam darah.

Bukan hanya kolesterol jahat, dalam darah juga terdapat High Density Lipoprotein (HDL) yaitu protein yang bertugas mengantarkan kolesterol dari jaringan tubuh serta darah untuk disimpat dihati atau yang sering disebut kolesterol baik, karena kadarnya yang tinggi bisa mengurangi jumlah kolesterol dalam darah.

Jumlah LDL berlebih dalam aliran darah bisa menimbun serta membentuk endapan atau plak yang akan menempel didinding pembuluh darah. Dalam kasus yang lebih parah, plak ini bisa mengeras serta menyumbat aliran darah. Apabila ini terjadi pada arteri jantung, maka penyakit yang muncul merupakan penyakit jantung koroner, sedangkan jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah diotak, maka penyakit yang muncul yaitu stroke. Hal itu bisa terjadi apabila berlebihan konsumsi daging merah tanpa memikirkan rambu-rambu.

Tips Cara Membuat Daging Qurban Tidak Mengancam Jantung

Boleh makan daging qurban, tapi jangan berlebihan. Sebagian dokter menganjurkan memakan daging maksimal 180gram sehari, akan tetapi bagi yang mempunyai berat badan ideal takaran yang paling pas yaitu maksimal 50gram sehari, dan untuk yang mempunyai berat badan diatas normal cukup dengan 35gram sehari.

Olahlah daging dengan meminimalisir penggunaan minyak, seperti dengan cara mengukus dan merebus tanpa menambahkan santan kental. Dan apabila ingin menggunakan minyak, maka pengolahan yang tepat yaitu dengan menumis. Sebaiknya minyak yang digunakan untuk menumis yaitu minyak jagung, minyak zaitun, atau minyak wijen yang rendah kalori.

Bisa juga diolah dengan dibakar ataupun dipanggang, dengan cara ini , maka lemak daging akan meleleh kemudian menetes jatuh ataupun menguap ketika terkena panas sehingga kadarnya akan berkurang. Akan tetapi jangan terlalu banyak bagian daging yang terbakar karena bagian ini merupakan karsinogen yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker.

Panggangan setengah matang tidak baik karena tidak semua daging steril dari virus ataupun bibit penyakit lain. Pemanggangan yang baik yaitu dengan api kecil tetapi dilakukan dengan waktu yang agak lama. Sehingga daging akan matang penuh sampai dalam, tetapi tidak ada bagian yang gosong.

Selama konsumsi daging, konsumsi juga sayur dan buah dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan porsi daging. Contoh menu yang baik yaitu makan nasi dengan sepotong tiga tusuk sate atau bistik, ditemani tumis buncis dan wortel atau acar ketimun dan wortel serta jus tomat mix mangga.

Itulah tips cara membuat daging qurban tidak mengancam jantung yang bisa dijadikan referensi bagi anda semua yang akan konsumsi daging qurban ketika idul adha.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *